Wednesday, December 26, 2012

Fakta Unik Tubuh Kita

1. Cetakan lidah (tongue print)
Jika ingin menyembunyikan identitas diri, sebaiknya tidak menjulurkan lidah secara sembarangan. Karena sama seperti jari, setiap orang memiliki cetakan lidah yang berbeda-beda.

2. Ganti kulit
Ternyata tidak hanya hewan yang bisa mengalami ganti kulit. Karena manusia merontokkan 600.000 partikel kulit setiap jamnya, sehingga diperkirakan rata-rata orang kehilangan 10 pon kulit pada usia 70 tahun.

3. Tulang bayi lebih banyak dari orang dewasa
Orang dewasa memiliki jumlah tulang yang lebih sedikit dibandingkan saat masih bayi. Saat memulai kehidupan seseorang memiliki 350 tulang, tapi seiring pertumbuhan, beberapa tulang ada yang menyatu sehingga saat dewasa hanya memiliki 206 tulang.
Selengkapnya...

Monday, October 1, 2012

Matinya OTAK oleh Berita


futurepredictions.com
Judulnya sadis ya..? ah nggak juga, kejadian yang sebenarnya lebih mengerikan karena kita tidak menyadari proses tersebut bahkan kita menikmatinya. Proses matinya otak itu terasa enak dan membikin ketagihan. Apa..?!

Otak kita sangatlah hebat, sang maha kuasa merakit prosesor itu sedemikian kecil, kompleks, canggih dan WOW!.
Semua yang ditangkap oleh panca indera kita dengan hitungan seper sekian juta detik diproses otak dan langsung dikoordinasikan kepada semua tubuh untuk melakukan respon.

Otak juga mengenal sistem penyimpanan yang handal dengan harddisk unlimited alias tidak terbatas bro. Semua stimulus yang diterima bisa disimpan. Otak dengan otomatis akan memilah mana yang akan segera di delete dan mana yang akan disimpan dalam long term memory, sebuah ingatan jangka panjang yang sulit terlupakan.

Luar Biasa…!

Media Masa
Berita adalah makanan pokok kedua kita. Setiap hari kita disuguhi berbagai macam jenis berita melalui media, baik cetak maupun elektronik. Dengan kondisi seperti ini alhasil konsumsi berita kita sangat tidak terkontrol. Belum lagi berita gosip yang saban hari kita dengar di kantor.. halah!

Selengkapnya...

Friday, May 25, 2012

Lady Gaga dan Psikologi Kodok

stock photo
Lady Gaga ke Indonesia kok dilarang ? kan kesini hanya sekedar pentas musik. Masyarakat kita sudah dewasa kok, tidak mungkin mengikuti perilaku perilaku anehnya. Lagipula meskipun ada seribu lady gaga, iman umat ini tidak akan berubah. Dan misalnya dilarang, bagaimana nasib pembeli tiket yang kabarnya sudah puluhan ribu itu?

Biarkan saja, asalkan kita nggak ikutan nonton kan nggak masalah. Toh mereka nonton pake uang mereka sendiri dan kalo ada apa – apa kan mereka sendiri yang menanggung.

Jika kita menolak, apa kata dunia internasional terhadap Indonesia. Ini kesempatan bagus untuk memberi kesan bahwa Negara kita adalah sorga buat pertunjukan artis internasional.

Setuju dengan pendapat diatas ? atau cuman beberapa hal yang setuju dan lainnya tidak ?
Selamat berarti anda telah PAS dengan teori Psikologi Kodok yang diceritakan oleh Peter Senge dalam buku "The Fifth Discipline"
Selengkapnya...

Friday, April 20, 2012

Tertawa

(oleh. TanadiSan)
(pic.net)
Sebuah riset menarik menyatakan bahwa anak kecil dan bayi tertawa setiap harinya secara rata-rata sebanyak 300 kali. Tetapi orang dewasa - yang berumur 30, 40, 50 tahun - secara rata-rata hanya tertawa 15 kali sehari.
Jadi kita mengalami penurunan dari bayi yang 300 kali menjadi 15 kali sehari dalam perjalan hidup kita. Ada apa dengan kehidupan kita ?

Kalau kita renungkan ternyata ada perubahan menyolok yang berbeda sejak dari masa kanak-kanak kita. Kreativitas dan keberanian berpikir di luar kotak, kebiasaan dan kemauan untuk bergembira, rasa ingin tahu yang besar, selalu mempertanyakan apa saja di dalam hidup kita, perlahan-lahan mulai pudar dalam diri kita. Karena tekanan dan lingkungan dan kebiasaan hidup.
Selengkapnya...

Tuesday, April 17, 2012

Psikologi Kalajengking

(oleh. Bukik)

Seekor Kalajengking ingin melintasi sebuah sungai, akan tetapi si Kalajengking tentu saja tidak bisa berenang. Setelah berjalan kesana kemari, lalu akhirnya ia bertemu dengan seekor Katak.
“Tuan Katak, bisakah engkau membawaku dipunggungmu untuk menyeberangi sungai ini?” pinta si Kalajengking
“Sebenarnya aku mau” jawab si Katak. “Tapi sepertinya dalam kondisi ini, aku harus menolak. Kamu bisa saja menyengatku saat aku berenang membawamu ke seberang”
“Tidak mungkin aku melakukan itu, aku tidak tertarik menyengatmu, karena kalau kusengat kau akan mati, dan kita akan tenggelam bersama” jawab si Kalajengking.

Selengkapnya...

Psikologi Kodok

(oleh. Bukik)

Peter Senge bercerita dalam bukunya "The Fifth Discipline" tentang
seekor kodok. Syahdan, kodok mempunyai psikologi yang menarik. Apabila
seekor kodok dimasukkan dalam panci berisi air mendidih maka dia akan
refleks melompat keluar dari panci itu. Tapi apabila anda memasukkan
kodok dalam panci biasa. Kemudian, anda taruh panci itu diatas kompor
dan panaskan dengan api yang kecil sekali.
Sehingga, air dengan sangat
perlahan memanas. Kodok tidak akan melompat keluar dari panci itu.
Bahkan, sampai mati di dalam panci!
Selengkapnya...

Thursday, March 22, 2012

KOSONG DAN BERISI

sumber : net
Menjelang hari raya, seorang ayah membeli beberapa gulung kertas kado. Putrinya yang masih kecil, masih balita, meminta satu gulung.
“Untuk apa ?” tanya sang ayah.
“Untuk kado, mau kasih hadiah.” jawab si kecil.
“Jangan dibuang-buang ya.” pesan si ayah, sambil memberikan satu gulungan kecil.

Persis pada hari raya, pagi-pagi si kecil sudah bangun dan membangunkan ayahnya,
“Pa, Pa ada hadiah untuk Papa.”
Sang ayah yang masih malas-malasan, matanya pun belum melek, menjawab,

“Sudahlah nanti saja.”
Tetapi si kecil pantang menyerah, “Pa, Pa, bangun Pa, sudah siang.”
“Ah, kamu gimana sih, pagi-pagi sudah bangunin Papa.”

Ia mengenali kertas kado yang pernah ia berikan kepada anaknya.
“Hadiah apa nih?”, tanya sang ayah.
“Hadiah hari raya untuk Papa. Buka dong Pa, buka sekarang”, jawab anaknya dengan penuh semangat.


Selengkapnya...

Friday, February 17, 2012

Bahagia Adalah Pilihan Kita Sendiri

-internet-
Suatu ketika sang istri, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Seperti biasa, Maxwell sang suami duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. 

Dan di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan

Di sesi tanya jawab itu, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya. Ketika diberikan kesempatan, pertanyaan ibu itu seperti ini, "Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?"

Seluruh ruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus.

Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab, "Tidak."
Seluruh ruangan langsung terkejut. "Tidak," katanya sekali lagi,
Selengkapnya...

Tuesday, December 6, 2011

Keajaiban Manusia dan KeajaibanNya

Suatu hari di sebuah kelas, sekelompok kelas geografi sedang mempelajari “Tujuh Kejaiban Dunia”pada awal pelajaran mereka disuruh untuk menuliskan tujuh keajaiban dunia yang mereka ketahui saat ini,walaupun ada beberapa tidak kesesuian,namun secara garis besar mereka menuliskan tujuh kejaiban dunia tersebut :


1. Piramida
2. Taj Mahal
3. Tembok besar cina
4. Kuil ankor
5. Menara Eiffel
6. Borobudur
7. Dll dsb

Ketika mengumpulkan daftar tujuh kejaiban dunia dari para siswa, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis kecil pendiam, yang belum mengumpulkan tugasnya,lalu sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan tugasnya
Selengkapnya...

Tuesday, March 8, 2011

Beban Waktu Stres


Dalam sebuah pelatihan seorang trainer memberikan pertanyaan kepada peserta training, “mampukah anda mengangkat gelas berisi air ini ?”
dengan serentak semua peserta menjawab,
“mampuuu..!”

Sambil tetap memegang gelas tersebut trainer kembali bertanya,
“berapa berat gelas ini ?”
dan kembali peserta menjawab dengan berbagai jawaban.

Kemudian trainer tersebut bertanya kembali,
“berapa lama kalian bisa mengangkat gelas ini .... ?
setelah terdiam beberapa saat, salah seorang menjawab,
“setengah hari pak..”
“satu hari pak..” timpal peserta yang lain.

“itulah manajemen stres..!” kata sang trainer.
Kemudian lanjutnya, “ fokus kita terletak bukan pada berat bebannya, namun pada seberapa lama menahan beban tersebut..”
Selengkapnya...

Monday, February 14, 2011

MEMAAFKAN DAN KESUKSESAN


Forgiveness is the key to action and freedom.
~ Hannah Arendt
Forgiveness does not change the past, but it does enlarge the future.
~ Paul Boese


Ada seorang kawan, sebut saja Bambang, yang walaupun telah mempraktikkan dengan sungguh-sungguh apa yang saya tulis di buku Manage Your Mind for Success, mengatasi mental block, menerapkan prinsip-prinsip “Becoming a Money Magnet”, pasrah, dan berdoa dengan sungguh-sungguh namun masih juga tidak bisa maksimal memanifestasikan sukses dalam dirinya.


Ia bertanya, “Pak, kenapa sih kok saya masih mengalami kesulitan dalam mencapai sukses?”
“Maksud mu?” tanya saya.
“Begini Pak. Benar, saya mulai dapat merealisasikan sukses dalam hidup saya. Namun mengapa sukses masih sulit untuk dicapai? Katanya kalau sudah pasrah, syukur, sabar, mengatasi mental block, dan banyak berdoa, kita akan lebih mudah mencapai keberhasilan. Kenapa hasilnya kok beda dengan kawan saya. Ia melakukan yang Pak Adi ajarkan dan hasilnya sangat luar biasa. Kawan saya sekarang stress karena terlalu banyak orderan. Lha, saya stres karena orderan masih sepi,” tanya Bambang dengan bingung.
Para pembaca yang budiman. Apa yang saya uraikan di sini adalah jawaban yang saya berikan pada Bambang.


Selengkapnya...

Thursday, January 27, 2011

Automatic Brain vs Thinking Brain

Pada sebuah acara pesta dirumah teman, ditengah meja ada piring besar berisi kacang. Setiap tamu yang datang sambil menunggu acara memakan kacang terus menerus. Walaupun makanan yang enak nanti datang dan kacang tidak baik karena membuat kenyang sebelumnya dan tidak sehat, tetap saja semua memakannya. Salah seorang tamu, tiba2 mengambil piring kacang itu dan memasukkan kedalam dapur sehingga tidak ada yang bisa mengambil lagi. Menariknya, teman2 yang lain malah merasa lega, dan berterimakasih padanya.

Hasil riset menunjukkan bahwa manusia sangat mudah terpengaruh oleh keadaan yang ada disekelilingnya. Bila ada buah mangga di kulkas tidak ada yang mau memakan, tapi kalau sudah dikupas dipotong2 ditaruh dimeja makan, sebentar habis. Kalau ada popcorn disamping sambil menonton, berapa banyakpun akan habis.



Selengkapnya...

Tuesday, December 21, 2010

Doa Untuk IBU




Seorang Ibu yang sudah tua duduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.
Si ibu bertanya:, “Itu burung apa yg berdiri disana?”“Bangau mama” anaknya menjawab dengan sopan.

Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..
“Itu yang warna putih burung apa?”Dengan sedikit kesal anaknya menjawab “ya bangau mama?…”

Kemudian ibunya kembali bertanya..
“Lantas itu burung apa?” Ibunya menunjuk burung bangau tadi yang sedang terbang…Dengan nada kesal si anak menjawab “ya bangau mama. kan sama saja!.. memangnya mama gak liat dia terbang?”


Selengkapnya...

Thursday, December 2, 2010

MILYADER Tanpa Kuliah

Tahukah Anda orang-orang tersukses dan otomatis terkaya di jagad ini banyak yang “membelot” dari bangku kuliah? Mereka tidak menjadi sarjana, tapi keyakinan dan tekad menjadi ilmu mereka. Simak daftar “pembelot” tersebut.

Bill Gates

Bill Gates tercatat sebagai mahasiswa universitas Harvard tahun 1973. Dua tahun kemudian ia menyerah pada rutinitas kampus, memutuskan hengkang, dan mendirikan “Microsoft” bersama teman masa kecilnya, Paull Allen.

Nama Bill menjadi orang tersukses yang gagal menyelesaikan studinya sekaligus menjadi penerima gelar doktor kehormatan dari Harvard, 30 tahun lewat sesudah keputusan desersinya.

Steve Jobs

Jika Steve menyelesaikan kuliahnya, mungkin hari ini tidak ada Macintosh, iPad, iPhone, atau iPod. Steve terpaksa keluar dari bangku kuliah di Ridge University karena kesulitan finansial. Kini Steve telah mendirikan perusahaan Apple, Next Computer, dan Pixar.

James Cameron

Sutradara yang terkenal lewat film Titanic dan Avatar ini mendapat ilmunya bukan dari bangku kuliah. Ia sempat menjadi mahasiswa Fullerton University jurusan psikologi, namun ia memutuskan keluar, menikah dengan seorang pelayan restoran, dan menjadi sopir truk.

Kini sopir truk ini merupakan sutradara Hollywood yang menciptakan film berbiaya tinggi, berkualitas tinggi, berulang kali diganjar penghargaan Oscar.
Selengkapnya...

YU YUAN, Gadis Kecil Berhati Malaikat

Kisah nyata tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kalimat terakhir yang ia tinggalkan di batu nisannya adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut.

Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.

Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu.

Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.

Selengkapnya...

Monday, November 1, 2010

GADIS BUTA

Alkisah ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena dia buta.
Dia membenci semua orang kecuali seorang pria teman dekatnya.
Pria itu selalu ada untuk menemati gadis tersebut.
Suatu hari gadis itu berkata kepada pria tersebut,
“jika saya dapat melihat dunia lagi,
Saya akan bersedia menikah denganmu..”

Suatu hari, seseorang mendonasikan mata kepada sang gadis,
dan karenanya gadis itu dapat melihat semuanya
termasuk melihat sang pria.

Pria tersebut berkata,
“ sekarang dirimu sudah bisa melihat dunia,
maukah menikah denganku..?”

Gadis itu memandang pria tersebut yang ternyata juga buta.
Tanpa disangka gadis itu membatalkan untuk bersedia dinikahi

Sang pria berlalu dengan airmata
Dan tak lama kemudian menulis surat kepada sang gadis yang isinya..
“ tolong jagalah mata yang saya berikan...”

Kisah tentang egoisme pikiran manusia yang mudah berubah sikap
hanya karena keadaan hidupnya berubah.
Sedikit orang yang tetap mengingat tahap keadaan hidupnya.

Lebih sedikit lagi yang mengingat dan berpikir,
kepada siapa harus berterima kasih karena telah
menemani dan membantunya pada masa masa sulit
Selengkapnya...

Friday, October 29, 2010

PSIKOLOGI KORUPSI



Dari berbagai artikel dan pemberitaan tentang korupsi (maklum namanya juga negara dengan ranking korupsi tinggi), sering muncul pro dan kontra. Antara yang membenarkan dan yang tidak setuju bahwa seseorang yang dituduh korupsi benar – benar melakukan korupsi. Apapun kebenarannya biarlah aparat penegak hukum yang menentukan, lepas dari mereka juga akan korupsi atau tidak.

Namun mari kita coba sedikit pelajari tentang psikologi korupsi, atau bisa juga disebut psikologi koruptor.

Yang pertama, kita pahami arti dari korupsi terlebih dulu. Korupsi sendiri menurut Arrigo dan Claussen (2003) misalnya mendefinisikan sebagai ”mengambil atau menerima suatu keuntungan buat diri sendiri yang tidak sah secara hukum dikarenakan individu tersebut mempunyai otoritas dan kekuasaan”.

Dari pengertian tersebut tersirat bahwa korupsi harus dihubungkan dengan kepentingan orang banyak / publik. Karena tidak akan ada otoritas atau kekuasaan jika tidak berhubungan dengan orang lain. Jadi copet atau pencuri tidak bisa dikatakan korupsi, namun lebih mengarah kepada penipuan atau pencurian biasa. Namun penerima suap dapat dikatakan korupsi, karena suap biasanya bertujuan mengalahkan kepentingan public, baik dalam bentuk jalur khusus atau permakluman atas penyimpangan.

Di sisi lain korupsi adalah perilaku yang disengaja yang dilandasi dengan niat dan motivasi tertentu, demikian pernyataan salah satu dosen psikologi politik UI. Artinya sudah ada perencanaan sebelumnya, meskipun perencanaan tersebut hanya beberapa menit sebelum perilaku korupsi.

Mengapa ada perencanaan ? karena korupsi adalah tindakan yang tertutup dan rahasia. Sehingga memerlukan rencana yang jelas agar tetap tersembunyi dan terlihat tidak terjadi korupsi. Lalu mengapa orang melakukan korupsi ?

Ada beberapa pandangan ataupun teori yang bisa kita gunakan dalam melihat perilaku seseorang mengapa dia melakukan korupsi.
 
Pandangan Behaviorisme ; Seseorang melakukan sesuatu sebagai sebuah repon atas stimulus lingkungan. Hal tersebut akan diulang karena reward yang diterima dianggap menyenangkan atau menguntungkan. Menurut teori ini reward dan punishment sangat memegang peranan bagaimana seseorang mengembangkan perilaku.
Artinya seseorang melakukan korupsi karena memang ada kesempatan dan lingkungan yang mendukung dan korupsi dianggap memang sebagai perilaku yang menguntungkan.

Pandangan Socio-Cognitive Approach ; menambahkan bahwa selain reward dan punishment faktor kognitif juga mendukung, artinya setiap orang memiliki struktur kognitif yang dipelajari melalui proses p proses sosial.
Tentu saja disini korupsi terjadi karena adanya ‘pelajaran’ yang diterima seseorang dari lingkungannya. Entah dalam bentuk figur – figur koruptor, lemahnya sistem kontrol, tekanan ekonomi, atau pemikiran pemikiran lain yang mengarahkan seseorang untuk memutuskan bahwa korupsi adalah keputusan terbaik.

Pandangan teori kepribadian lain yang mengakui adanya traits atau sifat – sifat unik pada setiap individu memandang sebab korupsi sebagai sebuah ‘bakat’, maksudnya ada sifat – sifat tertentu dari seseorang yang mendorong perilaku negatif dalam hal ini adalah korupsi.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa seseorang melakukan korupsi dikarenakan beberapa hal, yaitu kepribadian dari personal, lingkungan dimana seseorang tersebut berada, dan faktor sistem hukum dalam sebuah negara.
Lalu pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana pencegahannya..?
Selengkapnya...

Thursday, October 28, 2010

Manusia Brengsek, Guru Sejati

Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang saya untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With Difficult People. Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik dan tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan dengan niat untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia sulit seperti keras kepala, suka menghina, menang sendiri, tidak mau kerja sama dll.

Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat manusia sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang datang menemui saya menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar sana sebagian adalah manusia sulit

Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka sendiri untuk memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku mereka – seperti keras kepala, menang sendiri, dll – dan kemudian saya tanya apakah itu termasuk perilaku manusia sulit, sebagian dari mereka hanya tersenyum kecut.


Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk membersihkan kaca mata terlebih dahulu, sebelum melihat orang lain. Dalam banyak kasus, karena kita tidak sadar dengan kotornya kaca mata maka orangpun kelihatan kotor. Dengan kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit, yakinlah kalau bukan Anda sendiri yang sulit. Karena Anda amat keras kepala, maka orang berbeda pendapat sedikitpun jadi sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang tersenyum sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal.


Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam keadaan kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak Anda masuk ke dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit. Dengan meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah guru kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia-manusia super sulit. Terutama karena beberapa alasan.


Pertama, manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka. Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu. Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka menghina dulu. Sebab, dari sana saya pernah berjanji untuk tidak mengizinkan putera-puteri saya sekasar dia kelak. Sekarang, bayangan tentang anak kecil yang kasar dan suka menghina, menjadi inspirasi yang amat membantu pendidikan anak-anak di rumah. Sebab, saya pernah merasakan sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya dihina anak kecil.


Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi orang sabar. Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala, mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super sulit, itu berarti kita sedang menarik karet ini (baca : tubuh dan jiwa ini) menjadi lebih longgar (sabar). Saya pernah mengajar sekumpulan anak-anak muda yang tidak saja amat pintar, namun juga amat rajin mengkritik. Setiap di depan kelas saya diuji, dimaki bahkan kadang dihujat. Awalnya memang membuat tubuh ini susah tidur. Tetapi lama kelamaan, tubuh ini jadi kebal. Seorang anggota keluarga yang mengenal latar belakang masa kecil saya, pernah heran dengan cara saya menangani hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya itu tadi, manusia-manusia pintar tukang hujat di atas.


Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan. Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia sulit, ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya kontribusinya. Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin jempolan. Rekan saya menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh purnawirawan jendral yang amat keras dan diktator.


Keempat, disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi orang dewasa. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang lain.


Kelima, dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat. Di masa kecil, saya termasuk orang yang dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka membuat saya lari kencang dalam belajar dan berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya bantu orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini rasanya, kalau berhasil membantu orang yang tadinya menghina kita.


Terakhir dan yang paling penting, manusia super sulit sebenarnya menunjukkan jalan ke surga, serta mendoakan kita masuk surga. Pasalnya, kalau kita berhasil membalas hinaan dengan senyuman, batu dengan bunga, bau busuk dengan bau harum, bukankah kemungkinan masuk surga menjadi lebih tinggi?

diambil dari tulisan Gede Prama
Selengkapnya...

Nenek Penjual KembangTuri dan Idul Adha

Akhir – akhir ini saya jarang menjumpai nenek penjual kembang turi dan daun kenikir. Seorang nenek yang setiap dua hari sekali datang ke rumah untuk menjual dagangan yang biasanya di petik di kebunnya. Hanya dengan pakaian seadanya dan terkadang tidak memakai alas kaki sang nenek berkeliling dari rumah ke rumah di kampung saya. Dagangannya dia bawa dengan ‘tenggok’ semacam tempat dari anyaman bambu yang dia gendong di punggungnya.

Biasanya kami membeli untuk membuat pecel atau sekedar disimpan. Harganya sangat terjangkau, hanya dua ribuan. Itupun sudah dapat seikat kembang turi dan daun kenikir yang banyak. Cukup untuk membuat pecel dan dimakan dua keluarga (kecil).


Sampai saat ini sudah sebulan lebih sang nenek tidak kelihatan menawarkan dagangannya. Kami tidak tahu kenapa sang nenek jarang datang lagi. Semoga dia tetap sehat dan semangat seperti pada saat menawarkan dagangannya.

Yang menarik, ada cerita lain dibalik sosok nenek penjual kembang turi tersebut. Menurut cerita orang – orang yang mengenalnya, setiap tahun sang nenek selalu ikut kurban pada saat hari raya Idul Adha. Minimal kambing dia beli untuk dikurbankan. Sang nenek selalu berusaha menyisihkan uang dari hasil jualannya yang tidak seberapa. Dia hanya mengambil seperlunya untuk makan dan keperluan pokok lainnya.

Kami tidak tahu dengan siapa dia tinggal atau bagaimana kehidupannya, namun yang kami tahu, ini menjadi sebuah pelajaran yang berharga tentang apa arti kurban pada hari raya Idul Adha. Bahwa kurban bukanlah jika mempunyai harta lebih atau sisa, namun kurban adalah sebuah usaha untuk mengikhlaskan harta yang kita punya, harta masih kita sebenarnya butuhkan untuk hidup.
Berapa banyak di antara kita yang lebih mampu dari sang nenek, berlipat kali lebih punya dari sang nenek, namun lupa melakukan kurban.

Riwayat nabi Ibrahim yang menceritakan bagaimana mengikhlaskan anaknya yang selama sekian tahun dia dambakan untuk dikurbankan adalah cerita teladan yang sekarang tidak akan kita jumpai. Namun esensi dari pelajaran tersebut bahwa perintah kurban adalah keikhlasan untuk berbagi dari apa yang kita miliki, yang kita senangi, atau yang kita harapkan.


Selamat Berkurban..!

Selengkapnya...

Tuesday, October 26, 2010

Pidato Steve Jobs ; "Stay Hungry. Stay Foolish"



Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

*Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik*
Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena "kecelakaan" dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi

Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran bayi perempuan karena ingin. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: "kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab:"Tentu saja." Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA.
Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.
Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya *tidak melihat manfaatnya*. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun *memutuskan berhenti kuliah*, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.
Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga *nebeng* tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa *ingin tahu dan intuisi*, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu
contoh:
Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat.
Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.
Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya.
Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa *titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang*. Anda harus percaya dengan intuisi,takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyakperbedaan dalam kehidupan saya.

*Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.*

Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz (Steve
Wozniak) dan saya mengawali Apple di* garasi* orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan *saya dipecat*. Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.
Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan.
Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi *tokoh publik yang gagal*, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- *saya masih menyukai pekerjaan saya*. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah *kejadian terbaik* yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itumengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.
Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama *NeXT*, lalu
* Pixar*, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya *kembali lagi ke Apple*, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena s*aya menyukai apa yang saya lakukan*. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun asangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya.
Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. *Jangan berhenti*.
 

*Cerita Ketiga Saya: Kematian*
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi:
"Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar." Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: "Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?" Bila jawabannya selalu "tidak" dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. *Mengingat kematian* adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.
Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati.
Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.

Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna:
Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda.
Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.
Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.
Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama "The Whole Earth Catalog", yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi "The Whole Earth Catalog", dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir.
Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: "*Stay Hungry. Stay Foolish*." (Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga
begitu.* Stay Hungry. Stay Foolish*

Selengkapnya...